Kembali ke Artikel
Akhlak 12 Februari 2021

Doa Memohon Petunjuk, Takwa, Penjagaan, dan Kecukupan

Rasulullah mengajarkan sebuah doa pendek namun padat — memohon empat hal besar: petunjuk, ketakwaan, penjagaan, dan kecukupan. Sebuah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Doa Memohon Petunjuk, Takwa, Penjagaan, dan Kecukupan

Tak sedikit orang tertipu dengan dunia — isinya merupakan dambaan setiap manusia, padahal dunia itu fana (sementara). Sementara tak banyak orang yang memburu kebaikan akhirat, padahal akhirat adalah kebaikan dan kebahagiaan yang tak tergantikan, karena akhirat selamanya kekal abadi.

Firman Allah:

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَى

"Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan." (QS. Adh-Dhuha: 4)

Imam Ath-Thabari menafsirkan ayat ini:

وللدار الآخرة، وما أعد الله لك فيها، خير لك من الدار الدنيا وما فيها

"Akhirat dan apa saja yang Allah janjikan untukmu di sana, lebih baik daripada kehidupan dunia dan seisinya." (Tafsir At-Thabari, 24/478)

Oleh karena itu Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan doa kepada para sahabat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan, dan kecukupan." (HR. Muslim)

Ini doa yang mulia — mencakup empat permintaan besar:

1. Memohon Petunjuk (Al-Huda)

Mengapa perlu memohon petunjuk? Karena Allah-lah Yang Maha Memberi Petunjuk — petunjuk kebaikan dan ketaatan kepada-Nya. Hidayah bukan ditunggu; hidayah itu dicari dengan akal dan hati, lalu dijaga dengan amal dan doa. Bagi yang belum mendapat hidayah, doa ini adalah jalan agar dianugerahi hidayah. Bagi yang sudah mendapat hidayah, doa ini adalah jalan agar Allah meng-istiqamah-kannya dalam ketaatan.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

"Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki." (QS. Al-Qashash: 56)

2. Ketakwaan (At-Tuqa)

Memohon agar Allah memudahkan kita melaksanakan perintah-Nya dengan ikhlas dan menjauhi larangan-Nya tanpa paksaan. Derivasi kata dari takwa adalah wiqayah yang artinya pencegahan. Takwa merupakan perintah mulia — dengan takwa, orang meraih ketenangan dan kebahagiaan di dunia. Allah akan memberi kemudahan dari kesulitan-kesulitan bagi orang yang bertakwa.

Firman Allah:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. At-Thalaq: 2-3)

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 4)

3. Penjagaan (Al-'Afaf)

Bermohonlah agar Allah menjagamu dari segala mara bahaya — menjaga dari sakit, menjaga dari sifat-sifat buruk, menjagamu untuk tidak terjerumus kepada maksiat, terlebih lagi dosa-dosa besar. Menjaga panca indera dan seluruh anggota tubuh. Bermohonlah agar Allah menjagamu dari semua yang haram — sumber rezeki haram, kata-kata haram, maupun perbuatan yang diharamkan Allah. Semua itu tak akan terwujud tanpa pertolongan Allah.

4. Kecukupan/Kekayaan (Al-Ghina)

Cukup dan kaya sifatnya relatif — kaya bagi sebagian orang belum tentu kaya untuk sebagian yang lain. Bermohonlah agar Allah mencukupkanmu dengan rezeki-rezeki yang halal, dengan pekerjaan-pekerjaan yang halal. Karena betapa banyak orang berpaling dari yang halal menuju ke yang haram, lantaran tergiur dengan dunia dan kemewahannya. Buat apa bermewah-mewah di dunia, namun bersumber dari yang haram?

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

"Setiap daging yang tumbuh dari (rezeki) yang haram, maka neraka lebih cocok baginya." (HR. Tirmidzi)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

"Akan datang suatu masa di mana seseorang tidak peduli lagi cara mendapatkan hartanya — dari yang halal atau dari yang haram." (HR. Bukhari)

Kekayaan sesungguhnya ada di dalam jiwa — qana'ah (merasa cukup) terhadap pemberian Allah, dan bersabar atas ujian Allah.

والله أعلم


Depok, 12 Februari 2021
Fauzan Sugiyono, Lc