Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 16-17 (Bagian 9)
Sudah merasa amankah kita dari azab Allah? Ayat ini adalah teguran bagi mereka yang lalai — bahwa Allah adalah satu-satunya sumber rasa aman sejati, dan jauh dari-Nya berarti jauh dari ketentraman hakiki.

Nash Ayat
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ (١٦) أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ (١٧)
"Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang? Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku." (QS. Al-Mulk: 16-17)
Pendahuluan
Saat kita merasa takut, ketahuilah bahwa ada tempat paling aman untuk berlindung dan bermohon pertolongan — Dia-lah Allah, Dzat Yang Maha Memberi Aman. Orang-orang mukmin akan selalu berinteraksi dengan sumber rasa aman, beribadah dan berharap hanya kepada-Nya — Dia-lah Allah. Sementara orang-orang kafir, mereka akan menjauhi Allah dan beralih kepada selain-Nya, padahal Dia-lah Allah Pemberi Aman. Tiada keamanan, kenyamanan, kedamaian, dan keamanan hakiki melainkan dengan kembali kepada Allah dengan sebenarnya.
Tinjauan Bahasa
أَأَمِنْتُمْ — Sudah amankah kamu
Pola istifham (pertanyaan) dalam ayat ini menunjukkan ungkapan "heran" bagi kaum yang masih saja merasa aman dari azab Allah, meski mereka menyimpang dari perintah Allah dan membangkang. (Muhammad Sayid Thantawi, Tafsir Al-Wasith, 15/21)
أَنْ يَخْسِفَ — Ditelan, gempa
حَاصِبًا — Badai berbatu
Kandungan Ayat
Ayat ini merupakan pertanyaan yang Allah ajukan kepada orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, bahwa mereka tak akan aman selama keingkaran masih bercokol di hati. Karena Allah Yang Maha Memberi Aman, Dia juga yang Maha Menghilangkan Rasa Aman bagi orang-orang yang tak henti-hentinya mengerjakan larangan Allah dan ingkar akan perintah-perintah-Nya. Mereka enggan mendengarkan peringatan yang didakwahkan oleh para Rasul-Nya. (Tafsir At-Thabari, 23/513)
Balasan bagi orang-orang yang selalu ingkar kepada aturan Allah adalah kelak mereka akan merasakan pedihnya azab saat langit menurunkan hujan batu yang bergerak bak awan berarak. (Abu Ubaidah Ma'mar bin Matsani Al-Bashri, Majazul Qur'an, 3/262)
Juga seperti azab yang menimpa kaum Nabi Luth yang menyimpang dari fitrah manusia dengan menyukai sesama jenis — mereka ditimpakan badai bercampur batu dan kerikil. (Ghayatul Amani Fil Kalami Ar-Rabani, 1/200)
Oleh: Fauzan Sugiyono, Lc
Bersambung…