Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 7-8 (Bagian 6)
Gambaran mengerikan tentang neraka yang menggelegak dan hampir terpecah karena marahnya. Sebuah peringatan tentang nasib orang-orang yang mendustakan seruan para pemberi peringatan.

Teks Ayat
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ (٧) تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ (٨)
"Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan dan menggelegak. Hampir-hampir neraka itu terpecah-pecah karena marahnya. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya (sekumpulan orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: 'Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?'" (QS. Al-Mulk: 7-8)
Tinjauan Bahasa
شهيق: الصوت الذي يخرج من الجوف بشدّة كصوت الحمار
Yang dimaksud dengan syahiq adalah suara yang keluar dari rongga mulut dengan kerasnya, seperti suara keledai. (Tafsir At-Thabari, 23/508)
Yaitu, saat orang-orang kafir dilemparkan ke dalam neraka, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan dan menggelegak begitu kerasnya, seperti suara teriakan keledai. Itulah seburuk-buruknya suara teriakan — tak satu pun kecuali setiap dada orang kafir dihinggapi rasa takut yang sangat. (Tafsir Fathul Bayan, 14/235)
تَفُورُ — Melahap, menggelegak
Mujahid berkata: "Api neraka melahap tubuh orang-orang kafir ibarat butiran-butiran biji kecil yang lenyap ditelan samudera." (Tafsir Al-Qurthubi, 18/212)
Kondisi Orang-Orang Kafir
Al-Qurthubi juga mendeskripsikan bahwa orang-orang kafir dilemparkan ke dalam neraka seperti kayu bakar yang dilemparkan ke dalam api yang berkobar sangat menjulang, lalu mereka dicampakkan di dalamnya. (Tafsir Al-Qurthubi, 30/586)
Bersambung…