Kembali ke Artikel
Tafsir 15 Februari 2021

Tafsir Surat Al-Mulk — Mukaddimah (Bagian 1)

Mukaddimah Tafsir Surat Al-Mulk: gambaran umum, kandungan utama, nama-nama lain surat, serta keutamaannya — dari syafaat di hari kiamat hingga perlindungan dari azab kubur.

Tafsir Surat Al-Mulk — Mukaddimah (Bagian 1)

A. Gambaran Umum Surat Al-Mulk

  • Surat Al-Mulk merupakan surat pilihan nan agung dari surat-surat yang ada di dalam Al-Qur'an.
  • Surat ini tergolong Makkiyyah, urutan ke-67, terletak pada juz 29, dan jumlah ayatnya ada 30 ayat.
  • Kandungan Surat Al-Mulk di antaranya: tauhid, keyakinan akan kekuasaan Allah dan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu di alam ini — dari langit, bumi, dan seisinya. Selain itu juga menggambarkan tentang kesesatan orang kafir, kesudahan buruk dan kerugian bagi mereka, anjuran mewaspadai tipu daya syetan, tentang kematian, serta mengingatkan manusia akan azab neraka Jahannam.
  • Nama-nama lain dari Surat Al-Mulk: Tabarakalladzi Biyadihil Mulk (sebagaimana Rasulullah menyebutkannya dalam haditsnya), Al-Munjiyat (menyelamatkan orang yang membacanya kelak di hari kiamat), Al-Mani'ah (menolak azab kubur), Al-Waqiyah (pencegahan), dan juga dinamakan Ruqyah (jampi) yang bisa digunakan untuk melindungi diri dari godaan syetan. (Tafsir Ibnu Asyur, 6/29)

B. Keutamaan Surat Al-Mulk

1. Dapat Memberi Syafaat bagi yang Membacanya

Berdasarkan hadits Nabi صلى الله عليه وسلم:

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "إن سورة من القرآن ثلاثون آية شفعت لرجل حتى غفر له وهي سورة تبارك الذي بيده الملك"

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Ada sebuah surat di dalam Al-Qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat — sebagai syafaat bagi seseorang hingga dosanya diampuni Allah. Surat tersebut adalah surat Tabarakalladzi Biyadihil Mulk." (HR. Tirmidzi no. 2891, Abu Daud no. 1400, Ibnu Majah no. 3786. Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan." Di-shahih-kan oleh Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa, 22/277)

2. Selamat dari Azab Kubur

Hadits Nabi صلى الله عليه وسلم:

عن عبد الله بن مسعود قال: من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة منعه الله بها من عذاب القبر، وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها المانعة، وإنها في كتاب الله سورة من قرأ بها في كل ليلة فقد أكثر وأطاب

Dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: "Barangsiapa yang membaca Tabarakalladzi Biyadihil Mulk pada setiap malam, Allah akan menjaganya dari azab kubur. Pada zaman Rasulullah, kami menamai Surat Al-Mulk dengan Al-Mani'ah (yang menolak), karena ada sebuah surat di kitabullah yang jika orang membacanya setiap malam, semakin banyak (dia membacanya) semakin baik." (HR. An-Nasai, 6/179. Di-hasan-kan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no. 1475)

3. Rasulullah Membaca Surat Al-Mulk Sebelum Tidur

كان – عليه الصلاة والسلام – لا ينام حتى يقرأ: (الم. تنزيل السجدة) و(تبارك الذي بيده الملك)

"Adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak tidur sebelum membaca Surat Alif Lam Mim Sajdah dan Tabarakalladzi Biyadihil Mulk." (Silsilah Hadits Shahihah, 585)

4. Fatwa Lajnah Da'imah

وعلى هذا يُرجى لمن آمن بهذه السورة وحافظ على قراءتها، ابتغاء وجه الله، معتبراً بما فيها من العبر والمواعظ، عاملاً بما فيها من أحكام أن تشفع له

"Dengan demikian, akan diberi syafaat bagi orang yang menghafal dan membaca surat ini hanya mengharap keridhaan Allah, mengambil pelajaran di dalamnya, dan beramal dengan hukum-hukum di dalamnya." (Fatwa Lajnah Da'imah, 4/334-335)


Bersambung ke Bagian 2…